BRA

PUTIHNEWS.COM, BANDA ACEH — Pengadaan 23 unit mobil jenis Tank 300 dengan nilai sekitar Rp17,25 miliar yang disebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2026 menuai sorotan dari korban konflik dan mantan kombatan di Aceh.

Mereka menilai anggaran yang dikaitkan dengan program Badan Reintegrasi Aceh (BRA) seharusnya lebih diprioritaskan untuk meningkatkan kesejahteraan korban konflik dan mantan kombatan, bukan untuk pengadaan kendaraan dengan nilai mencapai miliaran rupiah.

“Seharusnya uang tersebut digunakan untuk program kesejahteraan mantan kombatan dan korban konflik. Jangan sampai justru lebih banyak digunakan untuk kesejahteraan pengelola BRA,” ujar salah seorang korban konflik dan mantan kombatan.

Menurutnya, masih banyak korban konflik dan mantan kombatan yang membutuhkan dukungan ekonomi, seperti bantuan usaha, pemberdayaan, pendidikan keluarga, serta program peningkatan kesejahteraan.

Ia juga meminta pemerintah membuka secara transparan seluruh program dan penggunaan anggaran BRA, termasuk pengadaan kendaraan tersebut.

“KPK perlu turun tangan untuk melakukan audit terhadap program-program BRA, sehingga penggunaan anggaran benar-benar sesuai dengan tujuan reintegrasi dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, pengamat ekonomi dan akademisi Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), Dr. Taufik A. Rahim, SE, M.Si, juga menyoroti penggunaan APBA untuk pengadaan 23 unit kendaraan tersebut.

Dengan nilai sekitar Rp17,25 miliar, rata-rata anggaran pengadaan mencapai sekitar Rp750 juta untuk setiap unit kendaraan.

Sorotan tersebut mendorong Pemerintah Aceh dan BRA untuk memberikan penjelasan terbuka mengenai dasar pengadaan, proses pengadaan, sumber anggaran, pengguna kendaraan, serta manfaat kendaraan tersebut terhadap pelaksanaan program reintegrasi Aceh.

Korban konflik dan mantan kombatan berharap anggaran reintegrasi benar-benar kembali kepada kelompok yang menjadi sasaran utama program perdamaian, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.(Rf)

Putih News akan terus memantau penggunaan anggaran BRA dan meminta klarifikasi dari Pemerintah Aceh maupun pihak BRA terkait pengadaan 23 unit kendaraan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *