PUTIHNEWS.COM, BANDA ACEH – Semangat menuntut ilmu agama ditunjukkan oleh Cut Zahida Qalbi Nazhifa binti Muttaqin Al Mansury (12), putri pasangan Prof. Teuku Muttaqin Mansur dan Risa Ramadhaniah, yang kini menempuh pendidikan di Pesantren Al Manar.

Zahida baru sekitar dua pekan menjalani kehidupan sebagai santri di Pesantren Al Manar. Meski demikian, ia datang dengan bekal hafalan Al-Qur’an yang membanggakan. Sebelum memasuki pesantren, Zahida telah berhasil menghafal 10 juz Al-Qur’an melalui bimbingan dan pembinaan yang dijalaninya di rumah.

Keputusan melanjutkan pendidikan di pesantren merupakan bagian dari ikhtiar keluarga untuk memberikan lingkungan terbaik agar Zahida dapat memperdalam ilmu agama sekaligus melanjutkan cita-citanya menjadi seorang hafizah Al-Qur’an.

Ayahanda Zahida, Prof. Teuku Muttaqin Muttaqin Mansur, berharap putrinya dapat betah menjalani kehidupan di pesantren dan terus istiqamah dalam menuntut ilmu.

«”Alhamdulillah, Zahida sudah dua pekan mondok di Pesantren Al Manar. Sebelum masuk pesantren, ia telah memiliki bekal hafalan 10 juz Al-Qur’an. Kami berharap ia betah belajar, tetap fokus mencari ridha Allah SWT, dan semoga Allah memudahkan langkahnya untuk menyempurnakan hafalan hingga 30 juz,” ujar Prof. Teuku Muttaqin Mansur.»

Menurutnya, pendidikan di pesantren bukan hanya bertujuan menambah hafalan Al-Qur’an, tetapi juga membentuk akhlak, kedisiplinan, serta karakter islami yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan.

Keluarga berharap Zahida senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta keberkahan dalam setiap proses menuntut ilmu. Prestasi menghafal 10 juz Al-Qur’an di usia 12 tahun diharapkan menjadi inspirasi bagi anak-anak dan generasi muda untuk semakin mencintai Al-Qur’an serta menjadikannya pedoman hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *