PUTIHNEWS.COM, SINGAPURA — Perjalanan hidup Halimah Yacob dari keluarga sederhana hingga menjadi Presiden Singapura menjadi bagian penting dalam sejarah negara tersebut.

Halimah tumbuh di kawasan Bugis, Singapura. Ia kehilangan ayah ketika berusia delapan tahun. Sang ibu kemudian menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan nasi Padang, dan sejak kecil Halimah turut membantu usaha keluarganya.

Di tengah keterbatasan ekonomi, Halimah tetap berjuang menempuh pendidikan. Ia kemudian berhasil menyelesaikan pendidikan hukum dan melanjutkan karier di National Trades Union Congress (NTUC) mulai 1978. Selama 33 tahun di NTUC, ia menduduki sejumlah posisi penting sebelum masuk ke dunia politik.

Karier politik Halimah dimulai pada 2001, ketika ia terpilih sebagai anggota Parlemen Singapura. Dalam perjalanan politiknya, ia kemudian dipercaya menjadi Speaker Parlemen Singapura, sekaligus menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan tersebut.

Pada 14 September 2017, Halimah Yacob resmi dilantik sebagai Presiden ke-8 Singapura. Ia tercatat sebagai perempuan pertama yang menjabat Presiden Singapura.

Halimah menjalani masa kepresidenan selama enam tahun, hingga 2023. Pada Mei 2023, ia mengumumkan tidak akan mencalonkan diri kembali dalam pemilihan presiden berikutnya.

Kisah perjalanan Halimah—dari membantu ibunya berjualan hingga menduduki jabatan kepala negara—menjadi bagian dari perjalanan hidup seorang tokoh perempuan Singapura yang meniti karier melalui dunia ketenagakerjaan, parlemen, hingga kepresidenan.(Rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *