UNIMAL

PUTIHNEWS.COM, ACEH UTARA — Dosen Universitas Malikussaleh (Unimal) menerapkan teknologi Smart Detector Ikan berbasis energi terbarukan untuk membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas penangkapan ikan kelompok nelayan tradisional di Desa Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara.

Ketua tim pengabdian Unimal, Ilham Sahputra, mengatakan teknologi tersebut dirancang untuk membantu nelayan memperoleh informasi pendukung dalam menentukan lokasi yang berpotensi menjadi titik penangkapan ikan.

“Dengan adanya teknologi ini tentunya bisa membantu nelayan tradisional memperoleh informasi awal mengenai keberadaan ikan dan kondisi perairan di laut,” ujar Ilham.

Menurutnya, teknologi Smart Detector diterapkan untuk menjawab sejumlah persoalan yang selama ini dihadapi nelayan, seperti ketidakpastian menentukan lokasi ikan, tingginya biaya operasional melaut, serta keterbatasan pemanfaatan teknologi.

Teknologi tersebut mengintegrasikan fish finder, panel surya, dan aplikasi prediksi titik potensial penangkapan ikan. Fish finder menggunakan teknologi sonar untuk mendeteksi keberadaan ikan, kedalaman, serta kondisi dasar perairan secara real time.

Sementara aplikasi prediksi lokasi ikan digunakan sebagai alat bantu untuk memberikan informasi mengenai titik yang berpotensi menjadi lokasi penangkapan. Sistem ini dirancang portabel sehingga dapat digunakan pada perahu nelayan skala kecil.

“Melalui smart detector ikan, nelayan diharapkan memperoleh informasi tambahan sebelum menentukan lokasi penangkapan sehingga perjalanan melaut menjadi lebih terarah dan efisien,” kata Ilham.

Ia berharap penerapan teknologi melalui program pengabdian tersebut tidak hanya meningkatkan produktivitas hasil tangkapan, tetapi juga meningkatkan kemampuan nelayan dalam memanfaatkan teknologi secara mandiri.

Ilham menyebutkan kegiatan tersebut dibiayai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2026.

Ketua Kelompok Nelayan Pantai Bayu, Zulfahmi, menyambut baik penerapan teknologi tersebut. Menurutnya, selama ini nelayan Desa Lancok masih banyak mengandalkan pengalaman dan intuisi dalam menentukan lokasi penangkapan.

“Dengan adanya alat ini, kami berharap bisa mendapatkan informasi tambahan sehingga lebih mudah menentukan lokasi yang akan dituju,” ujar Zulfahmi.

Tokoh nelayan Desa Lancok, Tgk Hamdani, juga berharap teknologi tersebut dapat membantu meningkatkan hasil tangkapan sekaligus perekonomian masyarakat nelayan.

“Selama ini nelayan masih menggunakan cara-cara tradisional dalam menentukan wilayah mencari ikan. Semoga dengan adanya alat ini, para nelayan bisa meningkatkan hasil tangkapan dan perekonomiannya,” tutupnya. (Rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *