PUTIHNEWS.COM, ACEH BESAR — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar sukses menggelar acara puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 sekaligus Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33. Mengusung tema besar “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, kegiatan yang dipusatkan di halaman Gedung Dekranasda Aceh Besar Hari ini tanggal, 23/07/2026, menjadi tonggak komitmen kuat daerah terhadap pemenuhan hak, perlindungan anak, serta penguatan peran keluarga.

Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Ketua TP-PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Aceh Besar Hj. Rita Mayasari, serta Wakil Ketua TP-PKK Hj. Nurul Fazli, S.Ag dan Jajarannya.

Deklarasi Cap Tangan Tolak Kekerasan
Salah satu momen paling ikonik dalam puncak acara tersebut adalah deklarasi bersama menolak segala bentuk kekerasan terhadap anak. Bunda PAUD Aceh Besar, Hj. Rita Mayasari, secara langsung memimpin aksi dengan membubuhkan cap telapak tangan berwarna merah di atas baliho putih besar bertuliskan “STOP KEKERASAN TERHADAP ANAK !”.

Aksi simbolis ini menegaskan instruksi daerah agar seluruh elemen masyarakat, lembaga pendidikan, dan keluarga bersinergi aktif memutus mata runtut kekerasan, baik fisik, verbal, maupun psikologis di lingkungan anak-anak.

Penampilan Memukau Puisi Berbahasa Aceh dari Peukan Bada
Kemeriahan acara juga diwarnai oleh pelaksanaan Lomba Anak Nasional yang diikuti oleh ratusan peserta cilik. Momen yang paling mencuri perhatian hadirin adalah aksi panggung salah satu murid dari SD Negeri Lampageu, Kecamatan Peukan Bada, bernama Hayatul Hikam.

Dengan penuh semangat, vokal yang lantang, dan penghayatan mendalam, Hayatul Hikam tampil sangat percaya diri membawakan puisi berbahasa Aceh bertajuk “Tekad Aneuk Pasie” (Tekad Anak Pesisir). Berikut adalah bait-bait penuh makna dari puisi asli yang dideklamasikannya:

Tekad Aneuk Pasie

Bak bineh laot kamoe meuplueng-plueng
meukalon riyeuk meusambong-sambong
Debo’ombak lagee lagu indatu
kru’semangat, bek tinggai harapan

Angen pasie, meusampoh pipi
laot biru jeut keu saksi
nibak sikula ulon meuruenoe
meuba harapan, ke cahya bak masa udep

han lon takot ke juah ombak
han lon surot ke angen badee
sabab loen teupeu ileume nyan
Ibarat kapai harapan masa depan

nyoe janji lon bak laot Lampageu
han lon tinggai cita ngoen harapan
beu lagee bintang bak langet malam
meucahya bak udep, meucahya bak nanggroe

Lon aneuk pasie…..
lumpoe lon bek sia-sia, lon merunoe bak uroenyoe… kemasa ukeu yg lebeh mulia..!

Bait demi bait puisi tersebut berkisah tentang keteguhan hati anak pesisir dalam mengejar cita-cita setinggi langit malam tanpa sedikit pun melupakan jati diri, kebudayaan, serta kecintaan mendalam pada wilayah pesisir Peukan Bada tempat ia bertumbuh. Penampilan emosional tersebut langsung disambut gemuruh tepuk tangan apresiasi dari peserta seluruh tamu undangan yang memadati arena.

Wadah Ekspresi Bakat dan Jati Diri
Melalui ruang kompetisi yang diinisiasi oleh Pokja Bunda PAUD dan Dekranasda Aceh Besar ini, anak-anak didorong untuk berani mengekspresikan bakat seni mereka, mengasah rasa percaya diri di depan publik, sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur cinta tanah air sejak usia dini.

Melalui sinergi HAN dan Harganas tahun ini, Pemkab Aceh Besar berharap kolaborasi lintas sektor dapat berjalan maksimal demi mewujudkan ekosistem daerah yang ramah anak, aman, dan protektif menuju visi generasi emas Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *