Sabang

PUTIHNEWS.COM | SABANG — Kepolisian Daerah (Polda) Aceh resmi mencabut garis polisi (police line) yang terpasang di ruang mesin Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Aceh Hebat 2, Kamis (2/7/2026). Langkah ini dilakukan setelah tim penyidik merampungkan seluruh rangkaian olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan proses penyelidikan awal terkait insiden di kapal tersebut.Pencabutan garis pengaman ini disambut baik oleh legislatif setempat karena menjadi lampu hijau bagi pemulihan jalur transportasi laut. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang, Albina Arrahman, menyampaikan apresiasi langsung kepada jajaran kepolisian atas selesainya prosedur hukum tersebut secara cepat.Mengapa Garis Polisi Dicabut?Pencabutan garis polisi dilakukan karena tim penyidik Polda Aceh telah mengumpulkan data dan bukti yang dibutuhkan dari ruang mesin, sehingga status pembatasan akses di area tersebut resmi diakhiri. Langkah ini diambil agar otoritas penyeberangan dan kru kapal bisa segera masuk untuk melakukan perbaikan, perawatan teknis, serta mengecek kelayakan berlayar kapal pasca-penyelidikan.”Kami mengapresiasi langkah Polda Aceh yang telah mencabut garis polisi di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 setelah proses penyelidikan awal dinyatakan selesai,” kata Wakil Ketua DPRK Sabang, Albina Arrahman.Dinas Perhubungan & ASDP Pastikan Kapal Segera Berlayar KembaliMenindaklanjuti dibukanya akses ruang mesin tersebut, pihak Dinas Perhubungan bersama operator pelayaran langsung bergerak cepat mematangkan kesiapan armada. General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, mengonfirmasi bahwa izin operasional pascainsiden kini telah resmi dikantongi.”Kami baru saja mendapatkan persetujuan untuk KMP Aceh Hebat 2 kembali beroperasi. Pelayaran perdana dijadwalkan mulai melayani penumpang kembali pada Minggu (5/7/2026) dengan jadwal tiga trip pulang-pergi (PP) sebelum kembali ke jadwal reguler pada hari Senin,” jelas Andri, Sabtu (4/7/2026).Pihak otoritas pelayaran, melalui KSOP Kelas IV Malahayati, juga memastikan seluruh pengecekan kelaikan laut dari Balai Klasifikasi Indonesia (BKI) telah dipenuhi demi memastikan kapal benar-benar aman sebelum digunakan oleh masyarakat umum.Dorong Pemulihan Lintasan Banda Aceh–SabangDibukanya kembali akses penyeberangan ini dipastikan memperkuat kapasitas angkut armada laut di rute Ulee Lheue–Balohan yang selama ini sempat bertumpu pada KMP BRR. Kembalinya KMP Aceh Hebat 2 dinilai sangat krusial mengingat tingginya mobilitas masyarakat serta kunjungan wisatawan menuju Sabang.Albina Arrahman selaku unsur pimpinan di DPRK Sabang menegaskan bahwa KMP Aceh Hebat 2 merupakan armada vital yang menjadi urat nadi transportasi masyarakat, arus logistik, dan sektor pariwisata daerah. Kehadiran kembali kapal jenis Ro-Ro ini diharapkan mampu mengurai kepadatan antrean panjang penyeberangan dan memulihkan roda perekonomian wilayah kepulauan. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *