PUTIHNEWS.COM, TERNATE — Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Kota Ternate, Maluku Utara, berlangsung meriah. Kegiatan yang digelar di Hotel Bela Ternate, Jumat (28/8/2026), dibuka oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos.

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian tamu undangan adalah Tari Saman Aceh yang dibawakan anak-anak Aceh yang menetap di Ternate dari Sanggar Ban Timoeh.

Gerakan yang kompak, cepat dan penuh energi membuat penampilan para penari muda tersebut mampu memukau sekaligus menghibur para peserta Rakernas JKPI.

Penampilan Tari Saman tersebut juga menjadi gambaran keberagaman budaya Indonesia yang hidup di tengah masyarakat Ternate. Anak-anak Aceh yang tinggal jauh dari tanah kelahirannya tetap mampu menjaga dan memperkenalkan budaya Aceh kepada masyarakat luas.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos juga menyampaikan pentingnya pelestarian warisan budaya dan sejarah melalui digitalisasi.

Menurut Sherly, benda, bangunan, foto, maupun cerita sejarah perlu didokumentasikan secara digital agar tetap dapat diwariskan kepada generasi mendatang, terutama ketika menghadapi ancaman kerusakan akibat bencana.

Ia juga mendorong konsep living heritage, yakni menjadikan warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi bagian dari kehidupan masyarakat yang mampu memberikan manfaat sosial dan ekonomi.

Pelaksanaan Rakernas JKPI di Ternate diharapkan tidak hanya memperkuat upaya pelestarian pusaka, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui UMKM, pariwisata dan ekonomi kreatif.

Penampilan Tari Saman dari Sanggar Ban Timoeh menjadi salah satu warna tersendiri dalam kegiatan tersebut, sekaligus memperlihatkan bahwa budaya Aceh tetap hidup dan berkembang meskipun berada di luar daerah asalnya.

Tari Saman Anak Aceh Meriahkan Rakernas JKPI di Ternate

TERNATE — Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Kota Ternate, Maluku Utara, berlangsung meriah. Kegiatan yang digelar di Hotel Bela Ternate, Jumat (28/8/2026), dibuka oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos.

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian tamu undangan adalah Tari Saman Aceh yang dibawakan anak-anak Aceh yang menetap di Ternate dari Sanggar Ban Timoeh.

Gerakan yang kompak, cepat dan penuh energi membuat penampilan para penari muda tersebut mampu memukau sekaligus menghibur para peserta Rakernas JKPI.

Penampilan Tari Saman tersebut juga menjadi gambaran keberagaman budaya Indonesia yang hidup di tengah masyarakat Ternate. Anak-anak Aceh yang tinggal jauh dari tanah kelahirannya tetap mampu menjaga dan memperkenalkan budaya Aceh kepada masyarakat luas.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos juga menyampaikan pentingnya pelestarian warisan budaya dan sejarah melalui digitalisasi.

Menurut Sherly, benda, bangunan, foto, maupun cerita sejarah perlu didokumentasikan secara digital agar tetap dapat diwariskan kepada generasi mendatang, terutama ketika menghadapi ancaman kerusakan akibat bencana.

Ia juga mendorong konsep living heritage, yakni menjadikan warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi bagian dari kehidupan masyarakat yang mampu memberikan manfaat sosial dan ekonomi.

Pelaksanaan Rakernas JKPI di Ternate diharapkan tidak hanya memperkuat upaya pelestarian pusaka, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui UMKM, pariwisata dan ekonomi kreatif.

Penampilan Tari Saman dari Sanggar Ban Timoeh menjadi salah satu warna tersendiri dalam kegiatan tersebut, sekaligus memperlihatkan bahwa budaya Aceh tetap hidup dan berkembang meskipun berada di luar daerah asalnya.(Rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *