PUTIHNEWS.COM, BANDA ACEH — Relawan Rakyat Aceh Cinta Mualem (RACIM) meminta pihak-pihak yang berseberangan secara politik untuk menghentikan polemik dan tidak menyebarkan tudingan atau fitnah terkait isu perceraian Bunda Salma dan Gubernur Aceh, Mualem.

Ketua RACIM, Abu Yus, mengatakan persoalan rumah tangga seharusnya tidak dijadikan bahan pertarungan politik, apalagi dengan mengumbar aib keluarga pemimpin di ruang publik.

“Seharusnya persoalan ini tidak dibuat menjadi polemik, apalagi di tengah kondisi Aceh yang sedang bergejolak secara politik. Kami berharap polemik ini tidak diperpanjang karena mengumbar aib keluarga pemimpin itu tidak baik,” ujar Abu Yus, Minggu (13/9/2026).

Menurutnya, Mualem saat ini merupakan Gubernur Aceh yang memiliki tanggung jawab besar untuk menjalankan pemerintahan dan bekerja demi kepentingan masyarakat Aceh. Karena itu, isu pribadi semestinya tidak mengganggu fokus kepemimpinan dan pelayanan publik.

Abu Yus juga mengingatkan bahwa Aceh masih menghadapi berbagai persoalan, terutama pascabencana banjir dan longsor yang berdampak terhadap masyarakat di sejumlah wilayah.

“Apalagi kondisi Aceh saat ini masih membutuhkan perhatian serius pemerintah, khususnya dalam penanganan pascabencana banjir dan longsor. Kita berharap semua pihak mengedepankan kepentingan rakyat, bukan memperpanjang polemik pribadi,” katanya.

Ia turut menyampaikan bahwa kondisi kesehatan Gubernur Aceh yang baru kembali beraktivitas setelah menjalani pengobatan di Singapura beberapa waktu lalu seharusnya menjadi perhatian bersama.

RACIM mengajak seluruh elemen masyarakat dan aktor politik untuk menjaga etika, menghormati privasi keluarga, serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

“Perbedaan politik adalah hal biasa, tetapi jangan sampai persoalan keluarga dijadikan alat untuk menjatuhkan seseorang. Mari kita jaga suasana Aceh agar tetap kondusif dan fokus pada kepentingan rakyat,” tutup Abu Yus. ( Rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *