Aceh Tengah | Putih News – Tokoh nasional Anies Baswedan meresmikan Jembatan Titian Persatuan di Kampung Kemerleng, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Jumat (24/7/2026). Jembatan gantung sepanjang 26 meter itu dibangun melalui kolaborasi Humanies Project, Aksi Bersama, dan dukungan donasi masyarakat Indonesia, tanpa menggunakan anggaran pemerintah.

Jembatan tersebut menjadi akses vital bagi masyarakat yang sebelumnya terputus akibat banjir dan longsor pada akhir 2025. Kerusakan jembatan lama membuat aktivitas warga terganggu, mulai dari anak-anak yang kesulitan menuju sekolah hingga petani yang harus memutar jauh untuk mengangkut hasil panen.

Dalam sambutannya, Anies mengatakan bahwa jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi menjadi simbol semangat gotong royong dan kepedulian antarsesama.

Pembangunan dimulai setelah warga bermusyawarah dan bergotong royong mengumpulkan material serta tenaga. Dukungan para donatur dari berbagai daerah kemudian mempercepat penyelesaian jembatan yang kini telah dapat dimanfaatkan oleh sekitar 250 kepala keluarga di Kampung Kemerleng dan sekitarnya.

Belakangan, peresmian jembatan ini ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah unggahan menyebut jembatan tersebut dibangun “bukan memakai uang pajak”. Berdasarkan informasi yang tersedia, memang benar pembangunan jembatan berasal dari dana donasi masyarakat, bukan dari APBN maupun APBD. Namun, narasi yang membandingkannya dengan proyek pemerintah merupakan interpretasi yang tidak disampaikan dalam keterangan resmi penyelenggara.

Peresmian Jembatan Titian Persatuan juga menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kemanusiaan Anies Baswedan di Aceh untuk meninjau berbagai program pemulihan pascabencana, termasuk bantuan air bersih, MCK komunal, balai warga, dan bibit kopi bagi masyarakat terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *