PUTIHNEWS.COM, JAKARTA – Konflik internal Pemuda Panca Marga (PPM) yang berlangsung cukup lama kembali menjadi sorotan. Ketua PD PPM Aceh, M. Isa Yahya, mendorong pemerintah mengambil peran lebih aktif untuk memfasilitasi rekonsiliasi dan penyatuan organisasi.

M. Isa Yahya menilai penyelesaian konflik PPM akan sulit dilakukan apabila sepenuhnya diserahkan kepada Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) sebagai pembina organisasi.

Menurutnya, persoalan yang terjadi bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi juga menyangkut legitimasi organisasi serta penyaluran aspirasi PPM di tingkat daerah.

“Penyatuan PPM sulit dilaksanakan kalau pihak LVRI sebagai pembina masih mendukung PPM Munaslub,” kata M. Isa Yahya dalam keterangannya.

Ia menilai mekanisme Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang selama ini ditempuh belum mampu mengakhiri persoalan internal PPM. Menurutnya, masih adanya kepengurusan dari forum organisasi yang berbeda menunjukkan bahwa konflik belum benar-benar terselesaikan.

Dorong Munas Rekonsiliasi

M. Isa Yahya mendukung langkah sejumlah tokoh senior PPM di Jakarta yang mendorong keterlibatan pemerintah dalam proses penyatuan organisasi.

Ia menyebut pemerintah, khususnya Kementerian Dalam Negeri, perlu mengambil peran sebagai fasilitator agar seluruh pihak yang berselisih dapat duduk bersama dan mencari solusi yang disepakati.

“Kami dari daerah sangat mendukung pemerintah mengambil sikap tegas dan mendukung upaya penyatuan PPM secara konkret agar tidak terjadi lagi konflik dalam tubuh PPM,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan adanya pembahasan mengenai penyusunan road map menuju Munas PPM ke-XI dengan konsep Munas Rekonsiliasi.

Menurutnya, forum tersebut harus melibatkan seluruh unsur PPM, termasuk para senior dan fungsionaris di daerah, sehingga keputusan yang dihasilkan memiliki legitimasi dan dapat diterima bersama.

“Diperlukan masukan dari para senior PPM dan fungsionaris PPM di daerah,” katanya.

LVRI Diminta Beri Ruang Rekonsiliasi

M. Isa Yahya juga berharap LVRI memberikan ruang kepada seluruh elemen PPM untuk menyelesaikan persoalan internal melalui mekanisme rekonsiliasi.

Menurutnya, setelah PPM berhasil disatukan melalui forum yang disepakati bersama, pembinaan oleh LVRI dapat kembali berjalan secara optimal.

“Setelah Munas dilaksanakan dan PPM sudah bersatu, DPP LVRI dipersilakan untuk membina kembali sebagai pembina harian,” ujarnya.

Ia berharap konflik yang telah berlangsung lama segera berakhir sehingga PPM dapat kembali fokus menjalankan organisasi dan memperkuat konsolidasi hingga ke tingkat daerah.

Putih News membuka ruang bagi DPP LVRI maupun pihak PPM lainnya untuk memberikan klarifikasi dan tanggapan atas pernyataan tersebut sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.(Rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *