Putihnews.com | Trento, Italia Sebuah video yang memperlihatkan seseorang berada di dalam sangkar kemudian dicelupkan ke Sungai Adige viral di media sosial. Video tersebut disertai narasi yang menyebutkan bahwa setiap tahun politikus atau pejabat yang membuat keputusan buruk akan dihukum dengan cara tersebut.

Namun, penelusuran menunjukkan bahwa kegiatan itu bukanlah hukuman resmi bagi pejabat, melainkan bagian dari tradisi budaya dan atraksi wisata yang dikenal sebagai La Tonca, salah satu acara utama dalam Feste Vigiliane, festival tahunan Kota Trento untuk menghormati Santo Pelindung kota, San Vigilio.

La Tonca merupakan pertunjukan yang menghidupkan kembali sebuah hukuman kuno yang konon pernah diterapkan di Trento antara abad ke-14 hingga ke-17. Pada masa itu, pelaku penistaan agama digambarkan dimasukkan ke dalam sangkar dan dicelupkan ke Sungai Adige. Kini, tradisi tersebut dipentaskan kembali dalam bentuk teater satir sebagai bagian dari festival budaya tahunan.

Sebelum prosesi La Tonca digelar, masyarakat terlebih dahulu menyaksikan Tribunale di Penitenza atau “Pengadilan Penitensi”. Dalam pertunjukan ini, berbagai isu sosial maupun tokoh publik yang menjadi perhatian sepanjang tahun dibahas dengan gaya humor dan kritik sosial. Di akhir acara, seorang pemeran pengganti secara simbolis dicelupkan ke sungai sebagai penutup pertunjukan, bukan pejabat yang sebenarnya.

Festival Feste Vigiliane sendiri menjadi salah satu agenda wisata budaya terbesar di Trento. Selama beberapa hari, pusat kota berubah menjadi panggung terbuka yang menghadirkan parade kostum abad pertengahan, lomba rakit tradisional Palio dell’Oca, pertunjukan seni, musik, kuliner khas, hingga berbagai rekonstruksi sejarah yang menarik ribuan wisatawan setiap tahunnya.

Dengan demikian, narasi yang menyebut bahwa Kota Trento menghukum politikus dengan cara ditenggelamkan dalam sangkar tidaklah tepat. Yang sebenarnya berlangsung adalah sebuah tradisi budaya dan atraksi wisata yang menggabungkan sejarah, satire, dan hiburan untuk melestarikan warisan budaya masyarakat Trento.

Redaksi Putihnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *