PUTIHNEWS.COM, BANDA ACEH — Seorang nelayan asal Lhok Kuala Cangkoi, Ulee Lheue, Banda Aceh, Anas Budiman, dilaporkan belum ditemukan setelah diduga hanyut di laut selama sembilan hari. Anas melaut menggunakan KM 13 NAD 2 No. 720, dengan ukuran GT 2.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak keluarga dan nelayan setempat, Anas berangkat melaut pada Minggu, 27 September 2026.

Sekitar pukul 06.30 WIB, Anas berangkat dari rumah. Kemudian sekitar pukul 08.30 WIB, ia keluar dari dermaga Ulee Lheue menggunakan boat KM 13 NAD 2 No. 720 untuk melaut.

Sekitar pukul 10.00–11.00 WIB, Anas bertemu dengan seorang nelayan asal Pulau Aceh bernama Rusli. Keduanya sempat berhenti untuk minum kopi di laut.

Dalam pertemuan tersebut, Rusli juga meminta bantuan kepada Anas berupa satu jeriken solar. Setelah selesai minum kopi dan memberikan bantuan tersebut, Anas dan Rusli kemudian melanjutkan aktivitas melaut masing-masing.

Pertemuan dengan Rusli tersebut menjadi salah satu kontak terakhir yang diketahui dengan Anas. Menurut keterangan Rusli, saat itu Anas mengenakan kaos putih dengan gambar atau corak mesin boat.

Pada hari yang sama, sejumlah nelayan juga disebut sempat melihat keberadaan Anas dari kejauhan. Salah satunya adalah nelayan bernama Dedi Jagung.

Mulai Dicari

Menjelang malam, seorang nelayan di Pulau Aceh bernama Adi mulai menyadari bahwa Anas tidak kunjung merapat ke lokasi yang biasanya menjadi tempatnya beristirahat.

Karena Anas tidak terlihat seperti biasanya, muncul kekhawatiran di kalangan rekan-rekan sesama nelayan.

Pada Senin hingga Rabu, sejumlah nelayan kemudian melakukan pencarian ke arah Batu 13 untuk mencari keberadaan Anas. Namun, pencarian tersebut belum menemukan tanda-tanda keberadaan Anas maupun boat yang digunakannya.

Nelayan dari Ulee Lheue juga ikut mencari. Namun hingga Senin malam, Anas tidak terlihat di lokasi yang biasanya menjadi tempatnya beristirahat.

Pada tahap awal, rekan-rekan nelayan sempat menduga Anas mungkin sudah kembali ke Banda Aceh sehingga pencarian belum mengetahui secara pasti bahwa dirinya masih berada di laut.

Keluarga Baru Mengetahui

Hingga beberapa hari kemudian, Anas juga belum diketahui keberadaannya.

Pada Jumat pagi, nelayan dari Pulau Aceh mencoba menghubungi telepon seluler Anas. Namun, telepon tersebut sudah tidak aktif.

Setelah itu, pihak nelayan menghubungi keluarga Anas. Dari komunikasi tersebut baru diketahui bahwa Anas ternyata belum kembali ke rumah dan sudah beberapa hari tidak diketahui keberadaannya.

Dari informasi yang dihimpun, dugaan sementara Anas mengalami masalah pada mesin boat, sehingga KM 13 NAD 2 No. 720 diduga mengalami gangguan dan kemudian hanyut terbawa arus.

Panglima Laot dan Keluarga Minta Bantuan

Panglima Laot Ulee Lheue, Syafaat Agam, bersama keluarga Anas berharap pencarian terus dilakukan dan Anas dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Pihak keluarga dan Panglima Laot juga meminta bantuan kepada seluruh nelayan yang sedang melaut di mana pun berada untuk memperhatikan kemungkinan keberadaan Anas maupun boatnya.

“Kami berharap kepada seluruh nelayan yang melaut di mana pun berada, apabila melihat Anas atau menemukan boat KM 13 NAD 2 No. 720 GT 2, agar segera memberi tahu kami,” demikian harapan pihak keluarga dan Panglima Laot.

Hingga Minggu, 4 Oktober 2026, Anas Budiman dan KM 13 NAD 2 No. 720 GT 2 masih belum ditemukan.

Informasi mengenai keberadaan Anas atau boat tersebut sangat diharapkan dari para nelayan maupun masyarakat yang beraktivitas di laut. (Rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *