PUTIHNEWS.COM, Aceh Besar – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Aceh Besar menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Lanjutan di Kantor Koperasi KNTI Aceh Besar, Jumat (17/7/2026). Forum tersebut menghasilkan sejumlah keputusan strategis yang menegaskan arah organisasi dalam memperjuangkan kesejahteraan nelayan tradisional di Aceh Besar.

Musyawarah yang dihadiri pengurus dan perwakilan nelayan tangkap dari sejumlah wilayah pesisir itu kembali menegaskan dukungan terhadap hasil Musda DPD KNTI Aceh Besar pada November 2025 yang menetapkan Pawang Mulyadi Muchtar sebagai Ketua DPD KNTI Aceh Besar periode 2025–2030.

Ketua DPD KNTI Aceh Besar, Pawang Mulyadi Muchtar, mengatakan hasil Musda Lanjutan menjadi komitmen bersama untuk memperkuat organisasi sekaligus memastikan aspirasi nelayan menjadi agenda utama perjuangan KNTI.

“Musda ini bukan hanya menegaskan kepengurusan, tetapi juga menyatukan komitmen seluruh nelayan untuk memperjuangkan kebutuhan dasar mereka, mulai dari akses BBM subsidi, bantuan alat tangkap, pemasaran hasil perikanan, hingga pemberdayaan perempuan nelayan. KNTI harus hadir sebagai wadah perjuangan dan solusi bagi nelayan tradisional,” ujar Pawang Mulyadi.

Dalam forum tersebut, para nelayan menyampaikan sejumlah program prioritas yang perlu diperjuangkan KNTI, di antaranya peningkatan pemenuhan solar bersubsidi bagi nelayan di wilayah Lhoong, Leupung, Peukan Bada, Pulo Aceh, Lampanah, dan Krueng Raya.

Selain itu, nelayan juga mengharapkan adanya bantuan peralatan tangkap seperti jaring, pancing, dan perlengkapan lainnya untuk meningkatkan produktivitas usaha perikanan.

Di bidang ekonomi, Musda mendorong KNTI agar lebih aktif membantu pemasaran hasil tangkapan sehingga harga ikan tetap stabil dan nelayan memperoleh keuntungan yang lebih layak. Pemberdayaan perempuan nelayan melalui pelatihan pengolahan hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah juga menjadi salah satu program prioritas, terutama saat hasil tangkapan melimpah.

Musda juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut melalui sosialisasi dan penguatan kesadaran masyarakat pesisir. Para peserta sepakat bahwa keberlanjutan sumber daya laut merupakan kunci bagi masa depan nelayan tradisional.

Untuk memperkuat kelembagaan, KNTI Aceh Besar akan meningkatkan koordinasi dan silaturahmi dengan Panglima Laot serta membentuk perwakilan organisasi di setiap kecamatan di Kabupaten Aceh Besar. Organisasi juga akan memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai lembaga sosial kemasyarakatan dalam mendukung program pemberdayaan nelayan.

Musda turut meminta DPW KNTI Aceh meningkatkan pembinaan dan pendampingan terhadap DPD KNTI Aceh Besar agar organisasi semakin kuat dan memiliki peluang lebih besar mengakses berbagai program Pemerintah Aceh yang berpihak kepada nelayan tradisional.

Melalui keputusan tersebut, KNTI Aceh Besar berharap dapat memperkuat persatuan nelayan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, serta mewujudkan pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan di Kabupaten Aceh Besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *