APAM LAMPOEH SAKA ,PIDIE

PUTIHNEWS.COM Pidie – Kabupaten Pidie dikenal sebagai salah satu daerah di Aceh yang kaya akan warisan kuliner tradisional. Di antara berbagai makanan khas yang masih bertahan hingga kini, Apam Lampoeh Saka menjadi salah satu sajian legendaris yang terus digemari masyarakat lintas generasi.

Kuliner berbahan dasar tepung beras, santan, dan bahan-bahan alami ini memiliki tekstur lembut dengan cita rasa gurih yang khas. Apam Lampoeh Saka umumnya disajikan bersama kuah santan manis atau pelengkap lainnya, sehingga memberikan sensasi rasa yang berbeda dibandingkan apam dari daerah lain.

Nama Lampoeh Saka berasal dari salah satu kawasan di Kabupaten Pidie yang sejak lama dikenal sebagai sentra pembuatan apam. Hingga kini, makanan tradisional tersebut masih diproduksi secara turun-temurun oleh masyarakat setempat dengan mempertahankan cara memasak tradisional menggunakan tungku dan cetakan khas, sehingga menghasilkan aroma dan cita rasa autentik.

Selain menjadi makanan favorit masyarakat, Apam Lampoeh Saka juga memiliki nilai budaya yang kuat. Hidangan ini kerap hadir dalam berbagai kegiatan adat, kenduri, hingga tradisi Teut Apam atau Khanduri Apam yang digelar masyarakat Aceh, khususnya di Kabupaten Pidie, setiap bulan Rajab sebagai bentuk silaturahmi dan ungkapan rasa syukur.

Salah seorang pelaku usaha kuliner, Cut Asmaul Husna, terus memperkenalkan Apam Lampoeh Saka kepada masyarakat luas. Dengan tetap mempertahankan resep turun-temurun, ia menghadirkan apam bercita rasa tradisional yang lembut, gurih, dan kaya akan kenangan, sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Pidie kepada generasi muda.

Di tengah pesatnya perkembangan kuliner modern, keberadaan Apam Lampoeh Saka menjadi bukti bahwa makanan tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Selain menjadi sajian keluarga, kuliner khas Pidie ini juga berpotensi menjadi daya tarik wisata kuliner dan oleh-oleh yang mampu mengangkat identitas daerah.

Pelestarian Apam Lampoeh Saka diharapkan terus dilakukan melalui dukungan masyarakat, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah agar warisan kuliner khas Kabupaten Pidie ini tetap lestari dan semakin dikenal hingga ke tingkat nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *