PUTIHNEWS.COM, Banda Aceh – Dalam khutbah Jumat di Masjid Teuku Umar Setui, Banda Aceh, Jumat (31 Juli 2026), khatib mengingatkan jamaah tentang hakikat kehidupan dunia yang bersifat sementara dan pentingnya mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.

Khatib menyampaikan sebuah nasihat yang dinisbahkan kepada Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW, bahwa manusia dipersilakan menjalani kehidupan di dunia, namun harus selalu mengingat bahwa setiap yang hidup pasti akan menemui kematian.

“Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan mati. Cintailah siapa yang engkau kehendaki, karena suatu saat engkau akan berpisah dengannya. Dan beramallah sesukamu, karena setiap amal akan mendapatkan balasannya.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa seluruh aktivitas manusia di dunia hendaknya diarahkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Harta, jabatan, keluarga, maupun berbagai kenikmatan dunia bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk memperoleh ridha Allah.

Khatib juga menegaskan bahwa pada hari kiamat kelak setiap manusia akan dihadapkan pada dua pilihan tempat kembali, yaitu surga atau neraka. Pilihan itu bukan ditentukan oleh orang lain, melainkan oleh amal perbuatan masing-masing selama menjalani kehidupan di dunia.

“Apa pun amal yang kita lakukan di dunia ini akan dipertanggungjawabkan dan mendapat balasan di hadapan Allah SWT pada hari akhir.”

Karena itu, orang yang cerdas bukanlah semata-mata yang berhasil mengumpulkan kekayaan atau kedudukan, melainkan mereka yang mampu memanfaatkan kehidupan dunia sebagai ladang amal untuk bekal menuju akhirat.

Di akhir khutbah, jamaah diajak untuk senantiasa berdoa agar Allah SWT memberikan kekuatan dan keistiqamahan dalam menjalankan ibadah, memperbanyak amal saleh, serta menutup usia dalam keadaan husnul khatimah.

Sebagaimana firman Allah SWT:

“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya.”
(QS. Az-Zalzalah: 7–8)

Semoga nasihat tersebut menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan sementara, sedangkan kehidupan akhirat adalah tempat kembali yang kekal. Oleh karena itu, marilah memperbanyak amal saleh, menjaga keikhlasan, dan memohon kepada Allah SWT agar senantiasa diberi keistiqamahan hingga akhir hayat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *