BANDA ACEH | Putihnews.com – Peta politik internal Partai Demokrat Aceh menjelang Musyawarah Daerah (Musda) mulai mengerucut. Nama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Nurdiansyah Alasta, kini disebut sebagai kandidat terkuat untuk memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh setelah mengantongi dukungan dari mayoritas Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Aceh.

Dukungan terhadap Nurdiansyah semakin menguat setelah Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menyatakan dukungannya agar legislator yang juga menjabat Ketua Komisi IV DPRA tersebut maju sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh.

Restu dari Mualem dinilai menjadi dorongan politik yang signifikan, mengingat pengaruhnya dalam dinamika politik Aceh. Di sisi lain, dukungan mayoritas DPC menunjukkan besarnya kepercayaan kader di tingkat kabupaten dan kota terhadap kepemimpinan Nurdiansyah untuk membawa Partai Demokrat Aceh menjadi lebih solid dan kompetitif.

Dalam surat dukungannya, Mualem menilai Nurdiansyah memiliki kapasitas kepemimpinan, pengalaman organisasi, serta kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Ia juga dinilai memiliki komitmen untuk memperkuat peran Partai Demokrat dalam pembangunan Aceh.

Menanggapi dukungan tersebut, Nurdiansyah Alasta menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Mualem serta seluruh kader Demokrat yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.

“Kepercayaan ini merupakan amanah yang besar. Jika diberikan kesempatan, saya berkomitmen membangun Partai Demokrat Aceh menjadi semakin kuat, solid, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Aceh,” ujarnya.

Meski demikian, Nurdiansyah menegaskan bahwa proses pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat Aceh tetap akan berjalan sesuai mekanisme organisasi. Keputusan akhir berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Musda Partai Demokrat Aceh diperkirakan akan menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan partai di daerah serta memperkuat konsolidasi organisasi menjelang agenda politik nasional dan lokal pada 2029.

Dengan dukungan mayoritas DPC dan restu dari Mualem, peluang Nurdiansyah Alasta untuk menakhodai Partai Demokrat Aceh dinilai semakin terbuka. Namun, seluruh proses tetap menunggu keputusan resmi DPP Partai Demokrat sesuai aturan organisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *