PUTIHNEWS.COM– Dalam kehidupan yang penuh dengan berbagai kesibukan, umat Islam sering kali bertanya, amalan apakah yang paling utama dan paling dicintai Allah SWT. Jawaban atas pertanyaan tersebut telah disampaikan langsung oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.

Abdullah bin Mas’ud pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Amal apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Salat pada waktunya.” Ketika ditanya lagi, “Kemudian apa?” Rasulullah menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Lalu ketika ditanya untuk ketiga kalinya, beliau bersabda, “Berjihad di jalan Allah (fi sabilillah).” Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Hadis tersebut memberikan pedoman yang jelas mengenai prioritas amal dalam Islam. Urutan yang disampaikan Rasulullah SAW menunjukkan bahwa hubungan seorang hamba dengan Allah harus menjadi prioritas utama. Salat yang dikerjakan tepat waktu bukan hanya menggugurkan kewajiban, tetapi juga menjadi bukti ketaatan, kedisiplinan, dan kecintaan kepada Allah SWT.

Setelah menjaga hubungan dengan Allah, Islam menempatkan bakti kepada kedua orang tua sebagai amal yang memiliki kedudukan sangat tinggi. Orang tua adalah sosok yang telah berjuang membesarkan, mendidik, dan mendoakan anak-anaknya. Karena itu, menghormati, menyayangi, membantu, serta mendoakan mereka merupakan bentuk ibadah yang sangat mulia.

Selanjutnya, Rasulullah SAW menyebut berjihad di jalan Allah atau fi sabilillah. Dalam pengertian yang luas, jihad bukan hanya dimaknai sebagai perjuangan di medan perang, tetapi juga mencakup setiap usaha yang dilakukan dengan niat ikhlas untuk menegakkan ajaran Islam, membela kebenaran, mencari ilmu, berdakwah, membantu sesama, serta memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai tuntunan syariat.

Di tengah tantangan kehidupan modern, hadis ini menjadi pengingat bahwa ukuran keberhasilan seorang muslim bukan semata-mata harta, jabatan, atau popularitas. Keberhasilan sejati adalah ketika seseorang mampu menjaga salatnya, membahagiakan kedua orang tuanya, dan mengabdikan hidupnya untuk jalan kebaikan yang diridhai Allah SWT.

Mengamalkan tiga amalan tersebut bukan hanya akan membawa ketenangan dalam kehidupan, tetapi juga menjadi bekal terbaik untuk meraih kebahagiaan di akhirat. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada setiap muslim untuk istiqamah menjaga salat, berbakti kepada kedua orang tua, serta terus berjuang di jalan-Nya dengan penuh keikhlasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *