foto Bersama Rektor USK

PUTIHNEWS.COM,BANDA ACEH – Di tengah kesibukannya, alumni Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK), Rendi Umbara, berhasil menyelesaikan sebuah buku berjudul “Perbandingan Panintensier Militer dan Umum pada Hukum Nasional Indonesia” sebagai bentuk kontribusinya dalam pengembangan ilmu hukum di Indonesia.

Rendi merupakan putra kelahiran Bireuen, anak dari pasangan almarhum M. Djamil Hasan dan Asyura Jafar. Almarhum M. Djamil Hasan dikenal sebagai dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala yang wafat pada tahun 2006.

Rendi menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala pada 2016. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) dan lulus pada 2025. Saat ini, ia tengah mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi Program Doktor di Universitas Pertahanan.

Sebagai alumni, Rendi mengaku memiliki kecintaan yang besar terhadap almamaternya. Menurutnya, USK telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup dan pendidikannya.

“Sebagai alumni, saya sangat mencintai USK karena saya terlahir dari keluarga seorang pendidik. Kampus ini telah memberikan banyak ilmu dan pengalaman yang menjadi bekal dalam perjalanan karier saya,” ujar Rendi.

Buku yang ditulis Rendi mendapat apresiasi dari Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., yang memberikan kata sambutan dalam buku tersebut.

Dalam sambutannya, Prof. Mirza menilai buku “Perbandingan Panintensier Militer dan Umum pada Hukum Nasional Indonesia” merupakan karya ilmiah yang mampu menguraikan persoalan hukum secara sistematis serta menyajikan analisis komparatif mengenai sistem penitensier militer dan umum dalam kerangka Hukum Nasional Indonesia.

Rektor juga mengapresiasi dedikasi Rendi dalam menjaga marwah akademik dengan menerbitkan bukunya secara profesional hingga memperoleh ISBN dari Perpustakaan Nasional.

“Buku ini merupakan karya yang menarik dan patut dibaca. Saya merekomendasikannya sebagai referensi bagi akademisi, praktisi hukum, mahasiswa, serta pengambil kebijakan,” tulis Prof. Mirza dalam kata sambutannya.

Rendi mengatakan, buku tersebut lahir dari keinginannya untuk memperkaya literatur hukum, khususnya mengenai sistem penitensier di Indonesia. Ia berharap karya tersebut dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, akademisi, maupun praktisi hukum.

Selain berkarya, Rendi juga menyampaikan pesan kepada generasi muda, khususnya mahasiswa Universitas Syiah Kuala, agar tidak pernah berhenti belajar dan terus mengembangkan kapasitas diri.

“Jangan pernah berhenti menuntut ilmu dalam kondisi apa pun. Teruslah belajar dan mengembangkan diri. Insya Allah kalau kita sering membantu orang lain, Tuhan akan membantu kita. Terus berjuang, jangan jadi pecundang. Cintai Aceh dan bahagiakan orang-orang yang kita cintai,” pesan Rendi.

Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan membuka lebih banyak peluang untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Melalui buku yang ditulisnya serta rencana melanjutkan studi doktor di Universitas Pertahanan, Rendi berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu hukum di Indonesia sekaligus menginspirasi generasi muda Aceh untuk terus berkarya, meneliti, dan mengabdikan ilmu bagi kemajuan daerah dan bangsa.

One thought on “Alumni FH USK Rendi Umbara Luncurkan Buku Hukum Penitensier, Dapat Apresiasi Rektor USK”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *